Tuesday, November 17, 2020

BAB 4 MENIKMATI NOVEL ( NOVEMBER 2020)

 

MENIKMATI NOVEL

Pengertian

Novel merupakan karya prosa fiksi yang panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelakunya.

CONTOH

Sinopsis “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” – Tere Liye

Sumber: https://1.bp.blogspot.com/-

Novel ini mengisahkan kehidupan kakak beradik Tania dan Dede yang harus putus sekolah dan menjadi pengamen karena keterbatasan ekonomi keluarga sepeninggal ayah mereka. Mereka berdua tinggal di rumah kardus dengan ibu mereka yang sakit-sakitan.

Kehidupan mereka berubah setelah bertemu dengan seorang pria bernama Danar. Danar adalah seorang karyawan yang juga penulis buku anak-anak. Danar begitu baik sehingga keluarga ini menganggapnya seperti malaikat. Tania sangat mengagumi Danar karena selain baik, dia juga punya wajah yang menawan.

Suatu ketika Danar memberikan mereka rumah kontrakan sehingga Tania, Dede dan ibunya tidak perlu lagi tinggal di rumah kardus. Tania dan Dede bisa kembali sekolah dan ibunya berjualan kue. Mereka pun semakin dekat seperti keluarga. Suasana agak berubah ketika Danar membawa teman dekatnya yang bernama Ratna. Tania merasa cemburu, ia tidak suka melihat kedekatan Danar dengan Ratna. Rasa tidak suka itu bukan sekedar perasaan iri seorang adik tapi Tania kecil belum bisa menerjemahkan apa arti perasaan itu.

Kebahagiaan mereka berkurang saat ibu Tania meninggal. Berat sekali bagi Tania menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah tiada dan sekarang ia yang harus bertanggung jawab menjaga adiknya. Untung saja ada Danar yang selalu berada di samping mereka. Tania tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar. Ia berhasil mendapatkan beasiswa ke Singapura. Sederet prestasi berhasil ia raih dalam studinya. Semua pengalaman hidup yang telah Tania alami menjadikannya lebih dewasa dari gadis-gadis lain seumurannya. Perasaannya terhadap Danar juga semakin jelas. Lambat laun Tania tahu, perasaan itu bernama cinta.

Tapi cinta Tania terhadap danar tidaklah mudah. Bertahun-tahun mereka bersama dalam status kakak adik, terlebih lagi mereka terpaut usia 14 tahun. Bagi ABG seperti Tania, jatuh cinta kepada pria yang jauh lebih tua darinya cukup membuatnya pusing. Sisi remajanya membuatnya ingin mengekspresikan perasaannya meskipun ia tidak tahu apakah Danar memiliki perasaan yang sama dengannya atau tidak. Keadaan semakin sulit saat Danar memutuskan untuk menikah dengan Ratna. Tania patah hati. Ia memutuskan untuk tidak hadir dalam pernikahan mereka meskipun Danar dan Ratna telah membujuknya.

Beberapa waktu berselang, Tania tahu bahwa kehidupan rumah tangga Danar dan Ratna tidak bahagia. Ratna bercerita kepada Tania bahwa Danar telah banyak berubah. Danar menjadi pendiam dan seringkali tidak berada di rumah. Ratna tahu ada sesuatu yang menghalangi mereka, ada seseorang di antara ia dan Danar tapi ia tidak pernah tahu siapakah bayangan itu. Dari cerita Dede akhirnya Tania tahu bahwa Danar juga mencintai Tania. Danar menuliskan perasaannya dalam novel “Cinta Pohon Linden” yang tidak pernah selesai ia tulis. Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Danar merasa tidak pantas mencintai Tania. Tidak seharusnya ia mencintai gadis kecil seperti Tania.

Ketika Tania dan Danar sama-sama tahu perasaan mereka masing-masing, semua sudah terlambat. Biar bagaimanapun Danar telah menikah dengan Ratna. Akhirnya Tania kembali ke Singapura dan memutuskan untuk meninggalkan semua cerita cintanya.

NILAI-NILAI DALAM KUTIPAN NOVEL

Nilai sosial :

Menolong orang dengan tidak memandang siapa yang di tolong karena menolong dengan ikhlas seperti dalam novel tokoh Danar yang menolong Tania dengan tidak memandang siapa Tania. 

Fungsi moral :

Memberi pengetahuan kepada kita bahwa sesuatu yang terlihat sulit nyatanya tidak sesulit yang kita lihat jika kita ingin bersungguh sungguh mencapainya seperti dalam novel tokoh Tania yang pantang menyerah menjalani hidupnya walau banyak rintangan yang menghalanginya.

Berat sekali bagi Tania menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah tiada dan sekarang ia yang harus bertanggung jawab menjaga adiknya. Untung saja ada Danar yang selalu berada di samping mereka. Tania tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar. Ia berhasil mendapatkan beasiswa ke Singapura. Sederet prestasi berhasil ia raih dalam studinya.

Struktur dalam Novel

a.       Abstraksi

      Merupakan bagian ringkasan isi cerita yang biasanya bisa ditemukan pada bagian awal cerita                   

Tania dan Dede yang harus putus sekolah dan menjadi pengamen karena keterbatasan ekonomi berubah nasibnya setelah ketemu dengan Danar yang membatunya menggali potensi. Setelah kembali ke sekolah Tania berhasil dan sukses memperoleh beasiswa ke luar negeri. Seiring proses tersebut ternyata tumbuh rasa cinta antara Danar dan Tania.Walaupun karena kesadaran masing-masing akan keberadaan dirinya mereka ikhlas untuk tidak bersatu.    

b.      Pengenalan situasi cerita (exposition, orientasi)

     Dalam bagian ini pengarang memperkenalkan para tokoh,,menata adegan, dan hubungan antartokoh.

 Novel ini mengisahkan kehidupan kakak beradik Tania dan Dede yang harus putus sekolah dan menjadi pengamen karena keterbatasan ekonomi keluarga sepeninggal ayah mereka. Mereka berdua tinggal di rumah kardus dengan ibu mereka yang sakit-sakitan.

Kehidupan mereka berubah setelah bertemu dengan seorang pria bernama Danar. Danar adalah seorang karyawan yang juga penulis buku anak-anak. Danar begitu baik sehingga keluarga ini menganggapnya seperti malaikat Tania dan Dede adiknya serta ibunya adalah penghuni rumah kardus yang yang  mempertahankan hidupnya dengan mengamen.     

   

c.        Komplikasi, merupakan urutan kejadian yang dihubungkan oleh sebab-akibat,  di mana  setiap peristiwa terjadi karena adanya sebab dan mengakibatkan munculnya peristiwa lain. Suasana agak berubah ketika danar membawa teman dekatnya yang bernama Ratna. Tania merasa cemburu, ia tidak suka melihat kedekatan Danar dengan Ratna. Rasa tidak suka itu bukan sekedar perasaan iri seorang adik tapi Tania kecil belum bisa menerjemahkan apa arti perasaan itu. Kebahagiaan mereka berkurang saat ibu Tania meninggal. Berat sekali bagi Tania menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah tiada dan sekarang ia yang harus bertanggung jawan menjaga adiknya. Untung saja ada Danar yang selalu berada di samping mereka. Tania tumbuh menjadi gadis yang cantik dan pintar. Ia berhasil mendapatkan beasiswa ke Singapura. Sederet prestasi berhasil ia raih dalam studinya. Ketenangan Tania berubah dengan masuknya ratna dalam kehidupan mereka, Apalagi,Ibunya meninggal, beban batin Tania berat karena ia merasa tangungJawab dengan adiknya ditambah rasa cintanya kepada Danar yang harus dia simpan sendiri.


d.       Evaluasi, merupakan bagian di mana konflik yang terjadi pada tahap komplikasi terarah menuju satu titik tertentu.                                                    

 Tapi cinta Tania terhadap danar tidaklah mudah. Bertahun-tahun mereka bersama dalam status kakak adik, terlebih lagi mereka terpaut usia 14 tahun. Bagi ABG seperti Tania, jatuh cinta kepada pria yang jauh lebih tua darinya cukup membuatnya pusing. Sisi remajanya membuatnya ingin mengekspresikan perasaannya meskipun ia tidak tahu apakah Danar memiliki perasaan yang sama dengannya atau tidak. Keadaan semakin sulit saat Danar memutuskan untuk menikah dengan Ratna. Tania patah hati. Tania makin tepuruk terjebak dalam perasaannya, sangat berat menanggung beban batin antara cinta ke kakak dan cinta ke lawan jenis. Penderitaan Tania di titik teratas saat mengetahui Danar dan Ratna mau menikah.

e.       Resolusi    

  merupakan bagian yang memunculkan solusi atas konflik yang terjadi

 Dari cerita Dede akhirnya Tania tahu bahwa Danar juga mencintai Tania. Danar menuliskan perasaannya dalam novel “Cinta Pohon Linden” yang tidak pernah selesai ia tulis. Perbedaan usia yang cukup jauh membuat Danar merasa tidak pantas mencintai Tania. Tidak seharusnya ia mencintai gadis kecil seperti Tania akhirnya tahu bahwa Danar juga mencintainya, itulah mengapa rumah tanggaDanar tidak bahagia. Namun keduanya sama-sama memendam perasaan tersebut    dengan menjalani kehidupan yang kurang sempurna

f.       Koda

Merupakan bagian akhir atau penutup cerita.

Ketika Tania dan Danar sama-sama tahu perasaan mereka masing-masing, semua sudah terlambat. Biar bagaimanapun Danar telah menikah dengan Ratna. Akhirnya Tania kembali ke Singapura dan memutuskan untuk meninggalkan semua cerita cinta Tania dan Danar  ikhlas menjalani hidupnya walaupun harus terpisah, ibarat daun jatuh yang tidak pernah menyalahkan angin.


Struktur Novel

 

Sumber: https://www.google.com/search

a.       Banyak menggunakan kalimat bermakna lampau.

“Hari itu Senin. Seminggu sebelum usiaku tepat tiga belas tahun. Adikku delapan tahun. Dan dia 27. Aku tidak percaya angaka tiga belas membawa sial, takdir, sore itu Ibuku meninggal. Pergi selama-lamanya dari kami” (Hal. 61)

“siang itu dia mengajak teman wanitanya. Namanya Ratna. Aku memanggilnya “Kak Ratna”, karena teman wanitanya tersebut memnintanya demikian, “Panggil saka Kak Ratna ya, Tania!” (Hal. 39)

b.      Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis, temporal).Contoh: sejak saat itu, setelah itu, mula‑mula, kemudian.

        “Aku tak tahu apa maksudnya. Karena sekejap kemudian Ibu sudah jatuh tertidur”      (Hal.60-61)

Ibu tekun dalam menjaani kehidupannya, “Seminggu kemudian Ibu mulai bekerja, menjadi tukang cuci di salah satu laundry mahasiswa” (Hal 34-35)

c.       Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan sesuatu tindakan (kata kerja material)

Ibu adalah sosok seorang Ibu yang perhatian kepada anaknya.  Ibu selalu memberikan perhatian dan nasihat kepada Dede dan Tania. “Ibu sibuk mengingatkanku untuk beranjak tidur. Aku menjawabnya singakat belum mengantuk. Setengah jam sekali Ibu menyuruh tidur” (Hal. 34)

Adi adalah sosok seorang pria yang pantang sabar untuk mendekati Tania, meski Tania bersikap dingin terhadapnya. Sabar untuk menunggu Tania bisa membuka hatinya untuk Adi. “Adi juga bersabar untuk tidak terlalu melangkah jauh. Bersabar menunggu. Bersabar dengan semua proses” (Hal. 186)

d.       Banyak menggunakan kata kerja yang menunjukkan kalimat tak langsung sebagai cara
menceritakan tuturan seorang tokoh oleh pengarang
.  Contoh: mengatakan bahwa, menceritakan tentangmengungkapkan, menanyakan, menyatakan, menuturkan

Ibu mengatakan tentang  beberapa hal  kepada Tania dan  Dede pada waktu pagi selesai subuh,   (Hal. 27)

Tak hanya itu, Ratna perhatian kepada Tania menanyakan bagaimana sekolah Tania, akan diteruskan kemana dan akan siap selalu membantu, mengurus, dan sampai ingin mengantarkan Tania ke sekolah yang dituju. “Kalau begitu, biar besok saja aku yan.g mengantarnya…. Daftar di SMP dekat SD-nya Dede saja, kan?” Kak Ratna menawarkan diri” (Hal. 68)

e.        Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh  (kata kerja mental)  

        Contoh: merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengatakan,menganggap

 “Dia menggenggam jemariku. Mantap. Sebelah kiri memegang bahu Dede. Dia menatapku dengan pandangan itu. Dia tersenyum hangat menenangkan” (Hal. 19)

Danar adalah sosok seorang pria yang sopan, Danar selalu mencium tangan Ibu ketika berpamitan pulang atau pun ketika dia bertemu. Danar sangat menghormati Ibu. “dia selalu mencium tangan Ibu. Amat hormat pada Ibu” (Hal. 36)

f.       Menggunakan banyak dialog. Hal ini ditunjukkan oleh tanda petik ganda (“….”) dan

kata kerja yang menunjukkan tuturan langsung.

Dia membawa sekotak donat. Dan Dede lebih banyak berceloteh serta memainkan donat tersebut dibandingkan memakannya. “Oom…. Kenapa donat tengahnya bolong?”(Hal. 36-37)

Dan ketika Danar memberitahu kepada Ibu bahwa Tania bisa sekolah di luar Negeri Ibu amat sangat rendah hati, seperti dalam kutipan berikut ini: “Nak Danar, rasanya Ibu sulit membayangkan Tania bisa bersekolah di sana. Di luar negeri. Bersekolah lagi saja sudah syukur” (Hal. 66)

g.      Menggunakan kata-kata sifat (descriptive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana

Miranti yang dulu membantu Ibu membesarkan usaha kue. Aku tersenyum senang. Ibu juga pasti senang mendengar kabar ini di surge (Hal. 99)

“Buat apa? Sudah jelas kan, dia akan menikah dengan cewek artis itu? Apa lagi yang hendak

kautanyakan ke dia? Perasaannya sudah sejelas bintang di langit, Tania. Clear! Aduh, kamu

kenapa jadi kekanak-kakanakan seperti ini sih?” (Hal. 133)

Gaya bahasa

Gaya bahasa adalah penggunaan atau pemilihan kata yang digunakan dalam penulisan teks  novel “Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin” adalah gaya bahasa  : personifikasi, allegori,hiperbola,metafora  

a.       Personifikasi

Hujan deras turun membungkus kota ini (Hal. 13)

Aku berteman dengan lorong-lorong kantor yang kosong di malam hari. (Hal. 203)

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. (Hal. 154)

Dia datang begitu saja. Menelusuk hatiku. Tumbuh pelan-pelan seperti lecambah disiram hujan. (Hal. 154)

Aku akan terbang seperti sehelai daun. (Hal. 157)

Menuju tempat rumah kardus kami dulu berdiri kokoh dihajar hujan deras, ditimpa terik matahari. (Hal. 231)

b.      Alegori

Isinya jauh api dari panggang. (Hal. 162)

Seperti bumi yang merekah. (Hal. 190)

c.       Hiperbola

Demi membaca  e-mail berdarah-darah itu, esoknya aku memutuskan segera pulang ke Jakarta. (Hal. 230)

d.      Metafora

Bagian tajamnya menghadap ke atas begitu saja, dan tanpa ampun menghunjam kakiku yang sehelai pun tak beralas saat melewatinya. (Hal. 22)

Semua perasaan ini kembali bagai seribu anak panah yang menghujam. (Hal. 252)

Menginterprestasi pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam novel yang dibaca.

Bacalah kutipan berikut!

Pada saat graduation day hari kelulusan Tania, tiba-tiba Danar datang dan menyaksikan kelulusan Tania yang dicintainya. Namun Danar tidak sendiri, dia datang bersama Ratna, pacarnya. Kemudian Danar dan Ratna memberitahukan kepada Tania bahwa mereka memutuskan untuk menikah tiga bulan lagi.

Setelah mendengar kabar yang sangat menyesakkan itu Tania tidak akan pulang, tidak akan datang ke acara pernikahan Danar dan Ratna. Bagaimana bisa Tania menyaksikan seseorang yang sangat dicintainya mengucapkan ijab qobul untuk wanita lain? Meski Dede, Danar, dan Ratna selalu membujuk Tania untuk pulang meski hanya sehari saja, Tania tetap tidak akan merubah keputusannya. Tania tidk akan pulang, tepatnya Tania tidak mau menghadiri pernikahan itu.

 Danar berusaha keras membujuk Tania untuk pulang sampai terdengar suaranya parau sperti menahan tangis. Sepanjang telpon itu Tania pun sama mendesis menahan tangis, menahan rasa yang tak tertahankan.

Pada hari itu, pernikahan pun berlangsung seperti biasanya penikahan. Meski tanpa kehadiran Tania. Namun ada yang ganjil pada perilaku Danar yang bahkan sangat membuat Dede tak mengerti dengannya.

 Dan beberapa bulan kemudian tiba-tiba Ratna menceritakan kalutnya dalam rumah tangga mereka kepada Tania melalaui e-mail, Tania benar-benar terkejut atas pengakuan Ratna dan Tania pun bingung entah apa yang harus dia lakukan. Tania benar-benar tidak mengerti kenapa pria sebijaksana dan yang mempunyai hati malaikat bisa melakukan seperti itu, membuat istrinya menangis, selalu pulang larut malam, dan berperilaku tidak selayaknya kepada soerang istri, Ratna. Dan Rtana akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya membiarkan Danar sendirian untuk sementara. Semua e-mail yang Ratna kirimkan kepada Tania, semuanya terasa begitu menyesakkan bagi Tania. Timbul beberapa pertanyaan, mengapa, mengapa, dan mengapa? Kemudian Tania memutuskan untuk pulang membantu rumah tangga kakak yang dulu pernah dicintainya, Danar. Setidaknya Tania mengetahui apa yang terjadi pada rumah tangga kakaknya, malaikat yang telah merubah kehidupannya, yang selalu menjanjikan masa depan yang lebih baik.

 Akhirnya Tania pun begegas untuk segera menemui Danar di tempat rumah kardusnya dulu, dan menemukan Danar terpekur di bawah pohon linden. Dan mereka pun saling mengungkapkan perasaannya, namun yang lebih tepat Tanialah yang mengutarakan semua tentang perasaan mereka. Semuanya benar-benar di luar kendali, Tania menangis mendesah tak tertahankan sedangkan Danar hanya diam dan mengelak. Nada bicara Tania pun semakin menjadi, setelah sekian lama ia memendam rasa yang menguap di dasar hati kini Tania mengungkapkannya tepat di depan rumah kardus tempat dulu ia miskin merasakan getirnya kehidupan, di bawah pohon linden saksi atas semua saksi. Bertanya, dan mengungkapkan, dan meminta pertanggung jawaban atas semua hati yang bersemai di dalam hatinya, perasaan yang terpendam tak bisa saling memiliki, perasaan yang membuat kalut semua kehidupan, perasaan yang membutnya seperti sehelai daun yang luruh ke bumi,sehelai daun yang takkan pernah membenci angin meski terenggut dari tangkai pohonnya.                 

Tetapi mengapa kau tak pernah mengakuinya? Mengapa? Saat sweet seventeen, liontin itu mengatakan segalanya. Apakah kau terlanjur mengganggapku seperti adik?  Atau kau membenci dirimu sendiri karena mencintaiku?”

Pada saat itu lah Tania konflik itu meninggi, Tania memaparkan semua tentang perhatian, kasih sayang, hadiah liontin, novel karangan Danar, yang semuanya terlihat bahwa Danar pun mencintai Tania. Lagi, Danar hanya diam. Membuat keadaan semakin keruh.

Ketika Tania tahu bahwa Ratna kini sedang hamil empat bulan, dan memberitahukannya kepada Danar. Dan Tania pun berbesar hati untuk menerima semua itu, Ratna dan bayi yang dikandungnya pasti lebih membutuhkan Danar. Dan Tania pun memutuskan untuk kembali lagi ke Singapura, mencoba menemukan kehidupan yang lebih baik lagi sesuai nasihat sahabat tebaiknya Anne. Meninggalkan Dede sendiri, meninggalkan pusara Ibu, meninggalkan Ratna dan bayinya, juga meninggalkan Danar. Dan Tania tidak akan pernah kembali lagi ke Indonesia.

“esok lusa mungkin aku akan menemukan pilihan rasional seperti yang pernah dikatkan Anne. Yang pasti itu bukan Jhony Chan. Aku tak akan penah kembali lagi. Maafkan aku, Ibu. Aku tak sempat mampir di pusaramu. Ibu memang tahu segalanya”

        Menganalisis isi dan kebahasaan novel

Isi novel “Daun Jatuh Tak Pernah Membenci Angin”


A.  Tema

Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi cerita.Tema suatu cerita menyangkut

segala persoalan, baik itu berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang,

kecemburuan, dan sebagainya. Untuk mengetahui tema suatu cerita, diperlukan apresiasi menyeluruh terhadap berbagai unsur karangan itu.

Perhatikan kutipan berikut :

            Dia bertanya lemah pada Dede, ‘Perasaan apa?’ Dede menunduk saat mengatakan itu, ‘Taukah Oom bahwa Kak Tania suka Oo Danar?’ Oom Danar diam sekali…. Dede berkata lirih kepadanya, ‘Kak Tania tidak pulang besok karena dia benci pernikahan besok.’. “Dia tetap diam”. “Dede bertanya lagi padanya, ‘Apakah Oom Danar menyukai Kak Tania?’. “Dia tetap diam.” “Dede bertanya untuk terakhir kalinya.’Apakah Oom Danar mencintai Tante Ratna?’ Dia juga diam” (Hal. 249)

Dalam kutipan itu pun terlihat jelas bahwa Danar mencintai Tania, kenapa? Karena jika Danar tidak mencintai Tania, Danar akan menjawab pertanyaan terakhir dari Dede, namun Danar hanya diam. Dan itu bisa berarti bahwa Danar sedang merasakan kekalutan hati, dia mencintai Tania anak kecil yang berkepang dua yang dia tolong dari jalanan.

Namun perasaan keduanya tak pernah terungkapkan, mereka tak bias saling memiliki. Perasaan yang sangat menyakitkan, mampu merubah paradox kehidupan, membuat semuanya menjadi kacau balau. Meski seperti itu, Tania dan Danar tetap menjalankan kehidupan mereka tidak pernah membenci angin, membenci perasaan yang tumbuh pada hati mereka.

B.    Amanat

Amanat merupakan ajaran atau pesan yang hendak disampaikan pengarang. Amanat

dalam novel umumnya bersifat tersirat; disembunyikan pengarangnya di balik peristiwa -peristiwa yang membentuk isi cerita. Kehadiran amanat, pada umumnya tidak bisa lepas dari tema cerita. 

Perhatikan kutipan berikut :

Ketika Tania tahu bahwa Ratna kini sedang hamil empat bulan, dan memberitahukannya kepada Danar. Dan Tania pun berbesar hati untuk menerima semua itu, Ratna dan bayi yang dikandungnya pasti lebih membutuhkan Danar. Dan Tania pun memutuskan untuk kembali lagi ke Singapura, mencoba menemukan kehidupan yang lebih baik lagi sesuai nasihat sahabat tebaiknya Anne. Meninggalkan Dede sendiri, meninggalkan pusara Ibu, meninggalkan Ratna dan bayinya, juga meninggalkan Danar. Dan Tania tidak akan pernah kembali lagi ke Indonesia.“esok lusa mungkin aku akan menemukan pilihan rasional seperti yang pernah dikatkan Anne. Yang pasti itubukan Jhony Chan. Aku tak akan penah kembali lagi. Maafkan aku, Ibu. Aku tak sempat mampirdi pusaramu. Ibu memang tahu segalanya” (Hal. 256)

Amanat pada kutipan di atas adalah keikhlasan menerima takdir tanpa menyalahkan keadaan,tetapmenjalani kehidupan walaupun ada sisi yang kurang lengkap karena cinta yang kandas.

C. Penokohan

1) Tania

Tania termasuk ke dalam tokoh bulat, karena Tania mempunyai watak dan tingkah laku yang bermacam-macam dan sulit untuk ditebak juga memberikan perangai yang mengejutkan.

Rajin

Tania mempunyai perilaku yang rajin. Tania selalu rajin membantu ibunya dalam mencari uang, meski lelah juga ngantuk Tania tetap mengamen di bus hanya untuk mendapatkan beberapa recehan.

“Aku dan Dede harus kembali “bekerja”, meskipun dengan kaki pincang” (Hal.24)

“lantas dengan penerangan lampu teplok yang kerlap-kerlip ditiup angin, aku belajar. Belajar hingga larut malam” (Hal. 33)

Pintar

Tania sangat pintar, dia bisa mengejar ketertinggalannya sekolah selama tiga tahun. Karena kepintarannya itulah guru-guru memutuskan Tania untuk menaikkan Tania loncat satu tahun.

“saat kenaikan kelas, guru-guru di sekolah memutuskan untuk langsung menaikkanku ke kelas enam. Loncat setahun.  Kata mereka, aku “terlalu pintar”” (Hal. 43)

“Aku lulus urutan kedua dari seluruh siswa di sekolah. Nomor satu untuk dua puluh dua penerima ASEAN Scholarship seluruh Negara. Hasil yang hamper sempurna. Janji yang selalu kupegang. Aku akan belajar sebaik mungkin” (Hal. 77)

Tegar 

Tania adalah sosok seseorang yang tegar, ketika Ibu yang sangat berarti baginya, Tania tetap tegar menghadapinya meski hati berat sekali menerima kenyataan. Tania tetp tegar melanjutkan kehidupan tanpa sosok seorang Ibu yang amat dicintainya, Tania tahu bahwa takdir Tuhan pasti lebih indah.

Tania pun tegar dalam memendam semua perasaan yang tak pernah terungkapkan. “bagian inilah yang tak pernah aku diskusikan di internet. Perasaanku. Maka selama tiga thaun itu, aku memendam semuanya dalam-dalam” (Hal.78)

Egois dan keras kepala

Tania pun mempunyai watak yang egois dan keras kepala, dia bersikap keras bahwa dia tidak akan pulang untuk menghadiri acara pernikahan Danar dan Ratna, Tania hanya memikirkan perasaannya sendiri yang tidak mau menerima kenyataan pahit itu tanpa memperdulikan perasaan Danar yang amat dicintainya itu begitu terluka atas ketidakpulangan Tania, dan Tania pun tidak mbagaimana perasaan Ratna yang amat baik terhadapnya yang telah menganggapnya seorang adik, yang pernah membantunya dalam segala hal terutama ketika kepergian ibu Ratna ada untuk membantu dan menemaninya, namun Tania egois hanya memikirkan perasaannya sendiri yang akan membuat dirinya sendiri dihantui rasa bersalah.

Tania memanfaatkan kehadiran Adi tanpa memikirkan perasaannya: “Adi yang tahu aku akan pulang ke Jakarta, memutuskan ikut pulang bersama. Aku happy-happy saja ditemani pulang. Aku bahkan sengaja membawa lebih banyak koper saat tahu Adi akan ikut” Hal. 186)

Konsisten dan mempunyai prinsip

Tania konsisten dan mempunyai prinsip terhadap perasaannya, bahwa Tania hanya akan mencintai Danar meski banyak lelaki yang mencoba untuk mendekatinya.

Ramah                                              

Tania adalah sosok seorang perempuan yang ramah, banyak orang yang menyukainya dan membanggakannya.

Pecemburu

Tania adalah sosok seorang perempuan yang pecemburu, Tania cemburu kepada Ratna yang selalu dekat-dekat dengan Danar dan mengambil alih semua posisi Tania.

2)      Danar (dia/seseorang)

Danar termasuk ke dalam tokoh bulat, karena Danar mempunyai watak dan perilaku yang sulit untuk ditebak. Yang awalnya Danar adalah sosok seorang yang mempunyai prinsip kuat, bijaksana, berwibawa, menyenangkan, dan tidak akan membuat siapa pun menangis, tiba-tiba dikarenakan konflik tentang perasaannnya kepada Tania yang tak pernah diungkapkannya dan terlanjur menikah dengan Ratna wanita yang sama sekali tidak dicintainya itu tiba-tiba Danar menjadi berubah, menjadi bersikap dingin terhadap Ratna, selalu pulang larut malam, wajah yang menyenangkannya pun perlahan memudar.

Baik dan ringan tangan

Danar adalah sosok seorang yang mempunyai hati bagai malaikat, Danar sangat baik. Dia ringan tangan selalu menolong orang lain, contohnya saja dia membantu Tania yang tertusuk paku, membantu mengobatinya, memberikan uang, meski Danar tidak mengenalinya.

 “Dia beranjak dari duduknya, mendekat. Jongkok di hadapanku. Mengeluarkan saputangan dari saku celana. Meraih kaki kecilku yang kotor dan hitam bekas jalanan. Hati-hati membersihkannya dengan ujung saputangan. Kemudian membungkusnya perlahan-lahan” (Hal. 24)

 Keesokan harinya Danar memberi sepasang sepatu untuk Dede dan Tania, sungguh Danar sangat baik dan ringan tangan. “Dia mengeluarkan dua kotak. Melambaikan tangan meminta kami mendekat. Aku dan Dede melangkah ke arahnya, berdiri di depan kursinya, urung memulai pertunjukan kencerengan tutup botol. Dede malah memasukan “alat music” ke saku celana. Lagi-lagi menguap. Kotak itu ternyata berisi dua pasang sepatu baru. “Pakailah!” (Hal. 25)

Tegar

Danar adalah sosok seorang pria yang tegar, dia mampu tegar menghadapi perihnya kehidupan dalam kesendirian. Sejak dari bayi Danar yatim-piatu, Danar tak mengetahui siapa kedua orangtuanya, namun Danar tetap tegar menjalani kehidupannya yang amat menyesakkan itu. Danar berjuang sendiri untuk bertahan hidup tanpa bantuan orang lain, merasakan perihnya sekolah sambil bekerja. Merasakan kehidupan yang buruk sama seperti yang dialami Tania selama tiga tahun itu, Danar tetap tegar menghadapinya. Karena hidup harus tetap berjalan meski sendiri.

Bertanggung jawab

Danar seorang pria yang betanggung jawab, ketika Ibu meninggal dunia Danar pun bertanggung jawab mengurusi Tania dan Dede, menyekolahkan Tania dan Dede, mengajarkan Tania dan Dede tentang segala hal, menjanjikan masa depan yang lebih baik.

Ramah

Danar adalah sosok seoang pria yang teramat ramah, dia selalu menyapa dan bersikap ramah terhadap siapa pun, sehingga banyak orang yang menyukainya dan membanggakannya.

Sopan

Danar adalah sosok seorang pria yang sopan, Danar selalu mencium tangan Ibu ketika berpamitan pulang atau pun ketika dia bertemu. Danar sangat menghormati Ibu. “dia selalu mencium tangan Ibu. Amat hormat pada Ibu” (Hal. 36)

D.  Latar 

      Latar atau setting meliputi tempat, waktu, dan budaya yang digunakan dalam suatu cerita. Latar dalam suatu cerita bisa bersifat faktual atau bisa pula imajiner. Latarberfungsi untuk memperkuat atau mempertegas keyakinan pembaca terhadap jalannyasuatu cerita. Dengan demikian apabila pembaca sudah menerima latar itu sebagai sesuatuyang benar adanya, maka cenderung dia pun akan lebih siap dalam menerima pelaku ataupun kejadian-kejadian yang berada dalam latar itu

             a.       Tempat

-          Toko buku dilantai dua

Latar tempat yang berada dalam novel ini tempatnya di Toko buku dilantai dua, tempat yang paling Tania sukai, tempat yang Tania ketahui dari malaikatnya Danar, tempat yang menjadi saksi atas semua ceritanya.

“Dua minggu kemudian, kami pergi ke toko buku ini. Toko buku terbesar di kota kami” (Hal. 29)

“Aku menghela napas panjang. Lima menit hanya berdiri terdiam di sini. Di lantai dua toko buku terbesar di kota kami” (Hal. 65)

-          Rumah kardus

Latar tempat yang berada dalam novel ini tempatnya di Rumah kardus, tempat yang di mana selama tiga tahun menjadi saksi bisu atas kepiluan Tania, Dede, dan Ibu, seperti dalam kutipan-kutipan berikut ini:

“Dia tertawa kecil saat melihatku dan Dede sudah berdiri rapi menunggu di depan rumah kardus kami” (Hal. 18)

“Dede masih sibuk mematut sepatunya di depan kami. Berlari ke sana kemari. Ibu sibuk meneriakinya kalau tidak, rumah kardus kami bisa roboh” (Hal. 26-27)

-          Kontrakkan

Latar tempat yang berada dalam novel ini ada latar tempat rumah kontrakkan, rumah kontrakan Tania, Ibu, dan Dede.

“Karena itu, sebulan kemudian Ibu memutuskan pindah mengontrak di sebuah kamar sederhana” (Hal. 35)

Latar tempat yang ada dalam novel ini ada latar tempat di sebuah pusara/pekuburan, yakni ketika Ibu meninggal semuanya berada di sana.

“Hening di pekuburan” (Hal. 64)

-          Singapura

Latar tempat yang berada dalam novel ini ada latar tempat di Singapura, yaitu ketika Tania meneruskan sekolahnya.

“Ribuan larik cahaya kota Singapura cantik menimpa jalanan” (Hal. 203)

 “Hari-hariku penuh dengan hal-hal baru di Singapura” (Hal. 72)

-          Dufan

Latar tempat yang berada dalam novel ini ada latar tempat di Dufan, ketika Tania, Danar, Dede, Ibu, dan juga Ratna berlibur ke Dufan.

“Kak Ratna bertanya sambil tersenyum, waktu kami makan malam bersama di salah satu kedai makanan yang banyak tersedia di Dufan” (Hal. 42)

“Minggu depan, selepas kelas mendongeng yang selelsai lebih cepat daripada biasanya, aku, Ibu, dan adikku pergi ke Dunia Fantasi” (Hal. 39)

-          China Town

Latar tempat yang berada dalam novel ini ada latar tempat di China Town, yaitu ketika Tania, Danar, dan Ratna makan malam di tempat itu.

“Saat makan malam di China Town…” (Hal. 130)

-          Bandara Changi

Latar tempat yang berada dalam novel ini ada latar tempat di Bandara Changi, yaitu ketika Tania mengantar Danar dan Dede pulang ke Jakarta, dan ketika Danar dan Dede menjemput Tania ketika liburan.

b.      Waktu

-          Pagi hari

Latar waktu dalam novel ini ada pada waktu pagi. Pada waktu pagi ketika Ibu mengganti perban kaki Tania yang tertusuk paku, “Besok pagi-pagi Ibu mengganti perban itu dengan lap dapur, saputangan itu dicuci” (Hal. 24)

Ibu mengatakan sesuatu hal kepada Tania dan Dede pada waktu pagi, “Esok pagi selesai subuh, Ibu mengatakan beberapa hal kepadaku dan Dede” (Hal. 27)

Ibu tak sadarkan diri pada waktu pagi hari, “Pagi itu Ibu tiba-tiba tak asadarkan diri” (Hal. 54)

c.       Suasana

-          Sedih

Suasana dalam novel ini menyedihkan, Tania dan Dede terpaksa putus sekolah karena tidak ada biaya, dan mereka pun terpaksa harus mengamen mencari uang recehan setidaknya mengurangi beban Ibu meski hanya sedikit. Suasana menyedihkan itu begitu terasa sekali, Tania, Dede, dan Ibu mengalami kemiskinan selama tiga tahun itu, semuanya terasa menyesakkan.

“Dulu aku hanya berjalan di sepanjang jalan menatap iri anak-anak yang ada di restoran tersebut…” (Hal. 29)

            Dan suasana sedih itu muncul ketika Tania dan Danar tak mampu mengungkapkan perasaannya masing-masing, hanya memendamnya. Bagai duri yang menelusuk hati.

“Dede menatapku semakin sedih. Aku bingung dengan semua ini. Tadi aku memang memaksanya untuk menceritakan semua hal…” (Hal. 240)

-          Senang

Suasana dalam novel ini ada yang menyenangkan, yaitu ketika Tania, Dede, dan Ibu diberi bantuan oleh Danar. Danar menyekolahkan Tania dan Dede, memberikan uang kepada Ibu untuk biaya hidup mereka dan modal untuk usaha kue Ibu. “Esok pagi selepas subu, Ibu mengatakan beberapa hal kepadaku dan Dede.

“Usaha kue itu maju sekali. Beberapa bulan kemudian Ibu harus mengajak dua anak teteangga untuk membantu di hari-hari tertentu. Pokoknya aku belum pernah melihat Ibu sesibuk ini. Tentu saja semua modal usaha kue itu dari dia…” (Hal. 46) 

-          Mengharukan

Suasana dalam novel ini ada yang mengahrukan, yaitu suasana mengharuskan itu muncul ketika Ibu mengetahui bahwa Danar akan menyekolahkan Tania dan Dede dan Danar yang akan membiayainya, Ibu sungguh terharu. Tidak menyangka.

“Ibu tersenggal haru saat mengatakan itu. Bahkan menangis. Mendekap kami erat” (Hal. 27)

“Oom Danar…,” Ibu berkata pelan sambil menyeka sudut matanya. Tersenyum” (Hal. 27)

Sunday, November 1, 2020

Mengonstruksi Makna Tersirat dalam Teks Anekdot

B. Mengonstruksi Makna Tersirat dalam Teks Anekdot

Anekdot merupakan cerita singkat yang lucu dan menarik. Dalam anekdot terdapat sindiran yang disampaikan melalui humor. Seringkali orang menyamakan antara humor dengan anekdot. Satu perbedaan antara humor dan anekdot adalah pada fungsinya. Humor hanya bergungsi untuk menghibur, sedangkan anekdot berfungsi untuk menyampaikan makna tersirat (biasanya berupa kritik).

Kritik dalam anekdot seringkali disampaikan dalam bentuk sindiran, tidak disampaikan secara langsung. Hal itu dilakukan untuk menghindari konflik antara pihak yang menyampaikan sindiran dengan pihak yang disindir. Tujuannya agar pesan yang ingin disampaikan, kritiknya, dapat diterima oleh pihak yang dikritisi tanpa menimbulkan ketersinggungan. Untuk itulah pencerita menggunakan bahasa yang bermakna idiomatis, bukan makna sebenarnya.

Makna tersirat dalam anekdot berbeda dengan sindiran dan kritikan, tetapi lebih mengarah pada tujuan yang ingin disampaikan oleh si pembuat kritik. Makna tersirat lebih mengarah pada pesan moral yang hendak disampaikan melalui anekdot. Pesan moral itu dapat dirunut dari kritikan atau sindiran yang disampaikan melalui teks anekdot.

Pengertian Teks Anekdot

Teks anekdot adalah cerita yang transpirasi oleh fakta, bersifat lucu (mengandung humor) berbarengan dengan kritik halus atau makna tersirat yang positif lainnya. Pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat Kosasih (2017, hlm.2)  yang mengemukakan bahwa teks anekdot adalah teks yang berbentuk cerita yang di dalamnya berisi humor sekaligus kritik dan karenanya, anekdot sering kali bersumber dari kisah-kisah faktual dengan tokoh terkemuka yang nyata.Sementara itu, Mayora dkk. (2017, hlm.193) berpendapat bahwa teks anekdot adalah teks cerita yang bersifat lucu dan bertujuan untuk menyindir seseorang atau suatu kebiasaan buruk. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa teks anekdot adalah cerita lucu yang bertujuan untuk menghibur sekaligus memberikan kritik membangun dengan cara halus agar teks lebih bermakna untuk dibaca.

Struktur Teks Anekdot

Kosasih (2017: 5) mengemukakan bahwa teks Anekdot memiliki lima struktur teks di antaranya: abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Berikut adalah penjelasannya.

  1. Abstraksi,
    adalah pendahuluan yang menceritakan atau mengungkapkan latar belakang dan gambaran umum mengenai isi suatu teks.
  2. Orientasi,
    merupakan bagian cerita yang mengarah pada terjadinya suatu krisis, konflik, atau peristiwa utama. Bagian inilah adalah penyebab timbulnya krisis atau komplikasi pada bagian selanjutnya.
  3. Krisis atau komplikasi,
    bagian utama dari inti peristiwa suatu anekdot. Pada bagian inilah terdapat kelucuan atau kekonyolan yang menggelitik dan mengundang tawa sekaligus sindiran atau kritik yang disampaikan.
  4. Reaksi,
    adalah tanggapan atau respon atas krisis yang dinyatakan sebelumnya. Reaksi dapat berupa sesederhana tertawa, sikap mencela/menyindir, atau mengiakannya sebagai bentuk ironi.
  5. Koda,
    merupakan kesimpulan dan pertanda berakhirnya cerita. Koda dapat memuat komentar, persetujuan, atau penjelasan ulang atas maksud dari cerita yang dipaparkan sebelumnya.

Unsur Teks Anekdot

Selain struktur, karena teks anekdot adalah suatu cerita, maka teks anekdot mempunyai unsur pembangun ceritanya. Menurut Kosasih (2017, hlm. 19) unsur-unsur di dalam cerita anekdot ada tokoh, alur, dan latar. Berikut ini adalah penjabarannya.

  1. Tokoh,
    tokoh adalah partisipan yang terlibat dalam cerita yang berada dalam teks anekdot. Tokoh dalam teks anekdot bersifat faktual, biasanya orang-orang terkenal.
  2. Alur,
    alur adalah jalan cerita berupa rangkaian peristiwa yang benar-benar terjadi atau pun sudah mendapat polesan maupun tambahan-tambahan dari pembuat anekdot itu sendiri.
  3. Latar,
    latar berupa waktu, tempat, ataupun suasana dalam anekdot diharapkan bersifat faktual. Artinya benar-benar ada di dalam kehidupan yang sesungguhnya.

Mengkritisi Teks Anekdot dari Aspek Makna Tersirat

 Menyampaikan Ide Melalui Anekdot

Pertama kali yang harus kamu pahami perihal materi teks anekdot ialah definisi teks anekdot itu sendiri. Mengacu kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia, teks anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Dengan kata lain, teks anekdot berisikan cerita fiksi yang disajikan berdasarkan kisah dari kehidupan nyata dan biasanya melibatkan orang terkenal. Teks ini dulu cukup populer pada saat media massa cetak masih berjaya. Sebab, teks anekdot menjadi salah satu bagian rubrik hiburan para pembaca.

Mengkritisi Teks Anekdot dari Aspek Makna Tersirat

Pengertian dan Fungsi Teks Anekdot

Salah satu cerita lucu yang banyak beredar di masyarakat adalah anekdot. Anekdot digunakan untuk menyampaikan kritik, tetapi tidak dengan cara yang kasar dan menyakiti. 

Anekdot ialah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan. Anekdot mengangkat cerita tentang orang penting (tokoh masyarakat) atau terkenal berdasarkan kejadian yang sebenarnya.

Kejadian nyata ini kemudian dijadikan dasar cerita lucu dengan menambahkan unsur rekaan. 

Seringkali, partisipan (pelaku cerita), tempat kejadian, dan waktu peristiwa dalam anekdot tersebut merupakan hasil rekaan.

Batasan anekdot

Anekdot adalah sebuah cerita pendek yang berisi sebuah sindiran terhadap sesuatu atau seseorang yang dilengkapi dengan humor.

Isi pokok anekdot

Isi pokok dari sebuah teks anekdot adalah sebuah sindirian pada suatu hal atau pada seseorang.

Fungsi anekdot

Fungsi dari anekdot adalah sebuah hiburan atau intermezzo yang dilengkapi dengan sebuah sindiran terhadap suatu hal.

Setelah kalian mempelajari pengertian dan fungsi teks anekdot, cobalah menganalisis isi pokok teks anekdot  Cara Keledai Membaca Buku. Buktikanlah anekdot tersebut berisi kritik terhadap suatu masalah atau tokoh politik yang disampaikan secara halus melalui humor singkat.

Makna tersurat dalam sebuah teks adalah makna yang mudah dipahami dari sebuah teks, karena makna tersebut terdapat atau dituliskan dalam teks tersebut.

Makna tersirat dalam sebuah teks adalah makna yang tidak disampaikan secara terbuka dari sebuah teks. Jadi, pembaca harus membaca keseluruhan sebuah teks untuk menemukan makna tersiratnya.

Contoh teks yang mengandung makna tersurat dan tersirat:Ratna berjalan dengan tenang, kepalanya menunduk. Langkahnya pelan dan tak peduli sesekali kakinya terkena batu. Tangannya menggenggam erat sebuah kertas. Kertas itu adalah sebuah surat yang ia terima tadi pagi. 

Makna tersirat dari penggalan teks di atas adalah Ratna dengan bersedih karena ia berjalan dengan menunduk dan tidak peduli kakinya yang terkena batu.

Makna tersurat adalah informasi yang tertulis dalam suatu bacaan.Contoh pada teks di atas, informasi tersurat adalah Ratna sedang menggenggam erat sebuah surat yang ia terima tadi pagi.

Makna tersirat pada teks anekdot lebih mengarah pada pesan moral yang hendak disampaikan yang dapat dirunut dari kritikan atau sindiran yang disampaikan lewat anekdot.


Contoh pada teks anekdot 'Kisah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi'

Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum menyerang saksi. “Apakah benar,” teriak Jaksa, “Bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?”

Saksi menatap keluar jendela seolah-olah tidak mendengar pertanyaan. “Bukankah benar bahwa Anda menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam kasus ini?” ulang pengacara.

Saksi masih tidak menanggapi.

Akhirnya, hakim berkata, “Pak, tolong jawab pertanyaan Jaksa.”

“Oh, maaf.” Saksi terkejut sambil berkata kepada hakim, “Saya pikir dia tadi berbicara dengan Anda.”

Makna tersirat dari teks anekdot di atas adalah orang-orang yang memiliki banyak uang sangat menyepelekan hukum.

Sedangkan makna tersurat, dari membaca teks tersebut dapat kita temukan informasi-informasi yang ada, seperti tersangka adalah seseorang yang menerima lima ribu dolar untuk berkompromi dalam suatu kasus.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya.


Mengidentifikasi Makna Tersirat Anekdot

  1. Membaca teks anekdot dengan saksama
  2. Menganalisis pesan, kritik, ataupun nasihat dengan menilai tindakan ataupun dialog yang disampaikan tokoh.
  3. Menyimpulkan makna tersirat berupa pesan, kritik, ataupun nasihat dari cerita.


Menyimpulkan Makna Tersirat dalam Anekdot

Langkah-Langkah Menentukan Makna Tersirat Anekdot.

  1. Membaca secara keseluruhan teks anekdot.
  2. Memahami unsur-unsur dalam teks anekdot.
  3. Menangkap aspek lucu, konyol, dan jengkel dalam teks anekdot.
  4. Menangkap makna tersirat berupa kalimat sindiran atau amanat dari anekdot tersebut.

Monday, October 26, 2020

Teks Ceramah (Pertemuan 2)

Kaidah Kebahasaan Teks Ceramah

Teks ceramah juga memiliki karakteristik dan ciri khas kebahasaan tersendiri yang cenderung beda dengan teks lain. Berikut adalah beberapa kaidah kebahasaan dari teks ceramah.

1.  Banyak memakai kata ganti orang pertama (tunggal) dan kata ganti orang kedua jamak sebagai sapaan. Kata ganti pertama contohnya adalah: saya, aku, kami (mengatasnamakan kelompok). Sementara kata kedua jamak adalah: anak-anak, hadirin, bapak-bapak, ibu-ibu, kalian, saudara-saudara.

2.  Banyak menggunakan kata teknis atau peristilahan yang sesuai dengan topik yang dibahas. Misalnya jika topik yang di bahas adalah kebahasaan atau sastra, istilah-istilah yang muncul meliputi: prosa, puisi, etika berbahasa, sarkasme, majas, kesantunan berbahasa.

3.  Menggunakan kata-kata yang menunjukan hubungan sebab akibat atau argumentasi. Contohnya adalah: dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu, maka, sebab, karena.

4.  Banyak memakai kata kerja mental, misalnya: memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, diharapkan, berasumsi, menyimpulkan, berpendapat.

5.  Menggunakan kata-kata persuasif, seperti: diharapkan, sebaiknya, hendaklah, perlu, harus.

Ciri-ciri Teks Ceramah

Adapun ciri-ciri teks ceramah dipaparkan pada daftar di bawah ini.

1.  Ada sesuatu yang dijelaskan atau diinformasikan untuk memperluas pengetahuan para pendengar.

2.  Disampaikan oleh seseorang yang memiliki keahlian atau dianggap pakar dalam bidang atau disiplin ilmu yang diceramahkan.

3.  Terdapat ajakan atau persuasi untuk mengubah sikap atau melakukan tindakan terhadap materi yang dibicarakan.

4.  Berisi argumen yang menguatkan topik yang dibicarakan.

5.  Memiliki fakta dan data yang memperkuat argumen dalam teks.

6.  Terdapat komunikasi dua atau banyak arah antara pembicara dan pendengar, yaitu berupa dialog, tanya jawab, kolom komentar tanggapan video (jika daring), dsb.

Teks Ceramah (Pertemuan 3)

Langkah Menulis Teks Ceramah

Langkah-langkah penyusunan teks ceramah adalah sebagai berikut ini.

1.  Menentukan Topik

Menentukan topik tentunya menjadi hal pertama yang harus ditentukan. Tentunya, terkadang topik ceramah juga dapat didapatkan dengan tidak sengaja misalnya saat kita membaca teks berita dan mendapatkan kabar yang sedang hangat dibicarakan. Namun, topik tersebut harus tetap ditentukan dan diolah melalui langkah selanjutnya, tidak hanya asal mengambil tren terbaru saja.Topik yang diambil dapat meliputi: keterampilan, keahlian, pengalaman pribadi, hobi, pelajaran, pendapat pribadi, minat khalayak, biografi tokoh terkenal, dsb.

2.  Merumuskan Tujuan Ceramah

Selanjutnya, tujuan adalah hal yang harus diperhatikan ketika sudah menemukan topik yang akan dibawakan. Untuk apa kita memberikan ceramah? Apakah untuk berbagi ilmu? Mengajak pendengar untuk melakukan sesuatu? Dsb. Namun, dalam gambaran luasnya, tujuan ceramah meliputi:

A.    Tujuan umum, yang meliputi: ceramah informatif, ceramah persuasif, ceramah rekreatif (hiburan)

B.    Tujuan khusus, yang merupakan rincian dari tujuan umum, tujuan ini meliputi: kebahasaan Indonesia untuk tujuan umum pelajaran, cara melukis untuk tujuan umum keahlian atau hobi, biografi Soekarno untuk tujuan umum biografi tokoh.

Menyusun Kerangka Ceramah

Kerangka teks ceramah adalah rencana yang memuat pokok-pokok bahasan struktur teks ceramah. Setiap bagian struktur yaitu: pembuka, isi, dan penutup dibuat kalimat pokok atau ide pokoknya terlebih dahulu tanpa penjelasan detail.

Pembuatan kerangka teks ceramah yang baik harus memperhatikan:

1.  Ketiga struktur harus dibuat: pembuka, isi, dan penutup

2.  Maksud ceramah harus diungkapkan dengan jelas

3.  Pastikan setiap bagian kerangka hanya memiliki satu gagasan pokok

4.  Bagian setiap kerangka harus tersusun secara logis

5.  Menyusun Ceramah berdasarkan Kerangka

Menyusun Ceramah Berdasarkan Kerangka

Setelah kerangka telah selesai dibuat, maka kembangkan setiap kalimat pokok menjadi paragraf-paragraf yang diberi kalimat penjelas, baik secara deduktif (kalimat pokok di awal paragraf) maupun induktif (kalimat pokok di akhir paragraf).

Bersamaan dengan itu, penulisan teks ceramah juga harus dibarengi dengan penghayatan terhadap bahan-bahan yang akan disampaikan. Caranya adalah sebagai berikut:

1.  Mengkaji bahan secara kritis

2.  Meninjau kelayakan materi terhadap khalayak ramai atau pendengar ceramah

3.  Meninjau kembali berbagai bahan yang kemungkinan mendapatkan pro kontra

4.  Menyusun sistematika bahan teks ceramah

5.  Menguasai materi ceramah berdasarkan jalan pikiran yang logis

Menyunting Teks Ceramah

Setelah menyelesaikan ceramah, tahap selanjutnya adalah untuk menyunting teks tersebut. Penyuntingan bertujuan untuk menyempurnakan atau untuk mengurangi kekeliruan-kekeliruan yang mungkin terjadi dalam suatu teks. Oleh karena itu, seorang penyunting setidaknya harus:

1.  Mengetahui bagaimana cara penulisan teks yang baik,

2.  Benar-benar memahami topik yang akan dibahas dalam teks tersebut, serta memahami aturan-aturan kebahasaan, seperti masalah ejaan dan tanda baca.

Kegiatan penyuntingan dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

1.  Mengonstruksi, menyusun, atau menulis teks ceramah yang akan disunting.

2.  Penyediaan bahan-bahan pemandu penyuntingan, seperti pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan kamus. Keduanya dapat ditemukan secara daring. Selain itu, bahan-bahan tersebut harus disesuaikan dengan teks yang akan disunting (dalam kesempatan ini: teks ceramah).

3.  Memperhatikan bahan suntingan secara cermat, baik itu berkenaan dengan cara penyajian isi maupun kaidah

4.  Memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam bahan suntingan secara benar dengan berpedoman pada sumber-sumber yang dapat dipercaya (PUEBI dan KBBI)

Contoh Teks Ceramah Singkat

Pentingnya Berbahasa Santun

Pembuka (pendahuluan)

Pemilihan kata-kata oleh masyarakat akhir-akhir ini cenderung semakin menurun kesantunannya dibandingkan dengan zaman saya dahulu ketika kanak-kanak. Hal tersebut tampak pada ungkapan-ungkapan banyak kalangan dalam menyatakan pendapat dan perasaan-perasaannya, seperti ketika berdemonstrasi ataupun rapatrapat umum. Kata-kata mereka kasar (sarkastis), menyerang, dan tentu saja hal itu sangat menggores hati yang menerimanya.

Isi (rangkaian argumen)

Fenomena tersebut menunjukkan adanya penurunan standar moral, agama, dan tata nilai yang berlaku dalam masyarakat itu. Ketidaksantunan berkaitan pula dengan rendahnya penghayatan masyarakat terhadap budayanya sebab kesantunan berbahasa itu tidak hanya berkaitan dengan ketepatan dalam pemilikan kata ataupun kalimat. Kesantunan itu berkaitan pula dengan adat pergaulan yang berlaku dalam masyarakat itu.

Penutup (Penegasan Ulang)

Berbahasa santun seharusnya sudah menjadi suatu tradisi yang dimiliki oleh setiap orang sejak kecil. Anak perlu dibina dan dididik berbahasa santun. Apabila dibiarkan, tidak mustahil rasa kesantunan itu akan hilang sehingga anak itu kemudian menjadi orang yang arogan, kasar, dan kering dari nilai-nilai etika dan agama. Tentu saja, kondisi itu tidak diharapkan oleh orangtua dan masyarakat manapun.

 

 

Teks Ceramah (Pertemuan 1)

TEKS CERAMAH

Teks ceramah adalah teks yang berisi pemberitahuan, penyampaian suatu informasi baik pengetahuan maupun informasi umum lainnya untuk disampaikan di depan orang banyak oleh pakar atau orang yang menguasai bidangnya baik secara langsung maupun melalui media elektronik & digital.

Penceramah biasanya adalah orang-orang yang menguasai bidang informasi yang disampaikan. Ceramah diperuntukkan untuk didengarkan oleh banyak orang. Medianya bisa dibicarakan langsung di kelas atau aula. atau melalui sarana komunikasi seperti televisi, radio, internet dan media informasi lainnya.

Pembelajaran di sekolah kebanyakan disampaikan melalui ceramah. Begitu juga dengan kuliah (pendidikan tinggi), kebanyakan Dosen akan menyampaikan materi lewat metode ceramah. Meskipun, hari ini metode pembelajaran yang digunakan biasanya sudah lebih variatif dan tidak hanya ceramah.

Terkadang ceramah tampak atau terasa seperti pidato ataupun khotbah, untuk mengetahui perbedaannya, simak penjelasan di bawah ini.

Perbedaan Ceramah, Pidato & Khotbah

Pidato merupakan pembicaraan di depan umum yang lebih cenderung bersifat persuasif, yakni ingin mengajak pendengar mengubah persepsi, sikap atau tindakannya. Pidato juga dapat lebih sering digunakan untuk menumbuhkan motivasi dan mendapatkan dukungan dari pendengarnya.

Sementara itu, Khotbah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampaian pengetahuan mengenai keagamaan dan praktik beribadah, hingga ajakan-ajakan untuk memperkuat keimanan pendengarnya.

Ceramah bersifat lebih umum, ceramah menyampaikan suatu pengetahuan, informasi, atau isu tertentu yang umum (mencakup semua bidang) dan disampaikan oleh pakar atau orang-orang ahli dalam bidangnya.

Struktur Teks Ceramah

Seperti teks lainnya, teks ceramah memiliki struktur yang membangun teks ini melalui beberapa bagian pembangunnya. Bagian-bagian pembangun struktur teks ceramah meliputi: pembuka/pendahuluan, isi, penutup. Berikut adalah struktur teks ceramah

1.    Pembuka (Tesis)
Berisi pengenalan isu, masalah, pengetahuan hingga pandangan penceramah mengenai topik yang akan dibahas. Bagian ini sama dengan tesis dalam teks eksposisi.

2.  Isi (Rangkaian argumen)
Berupa rangkaian argumen-argumen penceramah yang berkaitan dengan topik yang dibicarakan pada pembuka atau tesis. Bagian ini biasanya mengemukakan pula berbagai fakta dan data yang memperkuat argumen-argumen penceramah.

3.  Penutup (Penegasan kembali)
Merupakan penegasan kembali mengenai apa yang disampaikan dalam ceramah. Hal ini bertujuan untuk memastikan ceramah tidak memberikan pemahaman yang keliru dari yang dimaksudkan, hingga agar diingat oleh pendengarnya. Selain itu, agar ceramah terkenang dan pendengarnya terpengaruh untuk melakukan sesuatu, bagian ini juga biasa diisi oleh rekomendasi atau saran mengenai topik yang disampaikan.

 

Monday, October 5, 2020

TEKS EDITORIAL (PERTEMUAN 1)

 PERTEMUAN 1

MEMAHAMI ISU TERKINI LEWAT TEKS EDITORIAL

Pengertian teks editorial

Editorial adalah artikel utama yang ditulis oleh redaktur koran yang merupakan pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa (berita) aktual (sedang menjadi sorotan), fenomenal, dan kontroversial (menimbulkan perbedaan pendapat).

 

Fungsi Teks Editorial

Fungsi teks editorial di antaranya sebagai berikut.

1) Menjelaskan fakta atau peristiwa dan akibatnya kepada masyarakat

2) Mengisi latar belakang dari isu dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhinya.

3) Memberikan pandangan kepada pembaca terhadap isu yang sedang berkembang.

4) Memberikan penilaian moral tentang isu tersebut.

5)Mengajak pembaca untuk ikut berpikir tentang masalah (isu/topik) yang sedang hangat terjadi di kehidupan sekitar

KALIMAT FAKTA DAN OPINI

Pengertian 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fakta adalah sesuatu hal yang benar-benar ada dan terjadi. Fakta sering juga disebut dengan kenyataan. Fakta dapat diperoleh melalui suatu pengamatan terhadap suatu objek atau peristiwa/kejadian tertentu. Kalimat fakta adalah suatu kalimat yang didalamnya terdapat sebuah informasi yang sebenarnya dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Sedangkan opini, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terdiri dari 3 pengertian yakni pendapat, pikiran dan pendirian. Atau dapat disimpulkan bahwa opini adalah pendapat, pikiran seseorang yang belum tentu benar karena tidak/belum ada bukti kebenarannya. Opini merupakan lawan/kebalikan dari fakta, dan sering juga disebut juga sebagai pendapat. Kalimat opini adalah suatu kalimat yang berisi hasil gagasan, pendapat, atau perkiraan orang baik perorangan maupun kelompok.

Jenis jenis Kalimat Fakta

1.  Fakta umum
Kalimat fakta umum adalah kalimat fakta di mana kebenarannya berlaku selamanya atau sepanjang zaman.
Contoh : Matahari terbit disebelah timur dan terbenam disebelah barat.

 

2.  Fakta khusus
Kalimat fakta khusus adalah kalimat fakta yang kebenarannya hanya berlaku sementara atau dalam kurun waktu tertentu.
Contoh : Saat ini Doni duduk di kelas 3 SMP Negeri 1 Semarang.

Jenis jenis Kalimat Opini

1.   Opini perorangan/individu
Kalimat opini perorangan/individu adalah kalimat opini yang pendapat atau gagasannya dikemukakan oleh satu individu tertentu.
Contoh : Sepertinya nanti sore akan turun hujan.

2.   Opini Umum
Kalimat opini umum adalah kalimat opini yang pendapat atau gagasannya diakui banyak orang atau semua orang.
Contoh : Sering mandi di malam hari dipercaya dapat menyebabkan penyakit rematik.

Ciri ciri Kalimat Fakta

  1. dapat dibuktikan kebenarannya
  2. berisi data-data yang sifatnya kuantitatif (berupa angka) dan kualitatif (berupa pernyataan)
  3. mempunyai data yang akurat baik waktu, tanggal, tempat dan peristiwanya
  4. dikumpulkan dari nara sumber yang terpercaya
  5. bersifat objektif, yakni data yang sebenarnya, bukan dibuat-buat dan dilengkapi  dengan gambar objek
  6. biasanya dapat menjawab rumus pertanyaan 5W + 1H
  7. menyatakan kejadian  yang sedang atau telah dan pernah terjadi
  8. informasi berasal dari kejadian yang sebenarnya 

Ciri ciri Kalimat Opini

  1. tidak dapat dibuktikan kebenarannya
  2. bersifat subjektif dan biasanya disertai dengan pendapat, saran dan uraian yang menjelaskan
  3. tidak memiliki nara sumber
  4. berisi pendapat tentang peristiwa yang terjadi
  5. menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi atau terjadi dikemudian hari
  6. merupakan pikiran atau pendapat seseorang maupun kelompok
  7. informasi yang disampaikan belum ada pembuktiannya
  8. biasanya ditandai dengan penggunaan kata-kata : bisa jadi, sepertinya, mungkin, seharusnya, sebaiknya (http://dosenbahasa.com/ciri-ciri-kalimat-fakta-dan-opini)

 

 


STRUKTUR DAN ANALISIS CERPEN

STRUKTUR CERPEN Struktur cerita pendek secara umum dibentuk oleh (1) bagian pengenalan cerita, (2) penanjakan menuju konflik, (3) puncak ko...